Sejak November 2024, WhatsApp mengharuskan setiap bisnis memperoleh persetujuan (customer consent atau opt-in) dari pelanggan sebelum mengirimkan pesan marketing. Jika pelanggan belum memberikan persetujuan atau telah memilih berhenti menerima pesan promosi, maka pesan marketing tidak akan diteruskan oleh META, dan Anda akan mendapatkan kode error: 131050 (User has stopped receipt of marketing messages).
Pelajari lebih lanjut tentang opt-in pelanggan
Pelajari tentang alasan pesan gagal terkirim
Untuk membantu bisnis memenuhi kebijakan tersebut, Qontak menyediakan fitur Marketing Consent yang memungkinkan Anda mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola status persetujuan pelanggan. Dengan demikian, Anda dapat mengirimkan pesan marketing kepada pelanggan yang telah memberikan persetujuan (opt-in) untuk mengurangi risiko pesan gagal terkirim, serta meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran.
Status opt-in pelanggan tidak berdampak pada pengiriman pesan dengan kategori Utilitas dan Otentikasi.
Pada panduan ini, Anda akan mempelajari cara mendapatkan data opt-in atau marketing consent, memahami aturan tingkat prioritas penentuan status pelanggan, membuat dan mengirim template Marketing Opt-In untuk meminta consent pelanggan.
Penting:
Fitur Marketing Consent / Opt-in akan tersedia pada Mekari Qontak secara bertahap mulai pertengahan Agustus 2026.
A. Cara Mendapatkan Data Opt-in / Marketing Consent Pelanggan
Meta memberikan kebebasan pada masing-masing bisnis untuk menentukan metode pengumpulan consent / opt-in pelanggan. Anda sebagai pelaku bisnis, bertanggung jawab untuk memastikan bahwa persetujuan pelanggan diperoleh sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta telah memberikan pemberitahuan dan memperoleh izin yang diwajibkan oleh hukum.
Selama metode opt-in memenuhi persyaratan tersebut, metode tersebut dianggap telah sesuai dengan kebijakan Meta. Beberapa contoh metode opt-in yang didukung oleh Meta antara lain:
Melalui SMS
Melalui website
Melalui panggilan telepon menggunakan Interactive Voice Response (IVR)
Secara langsung atau melalui dokumen fisik, misalnya dengan meminta pelanggan menandatangani formulir persetujuan (consent form)
Di Mekari Qontak, sistem akan mengumpulkan consent pelanggan melalui 3 (tiga) sumber:
| Sumber | Deskripsi |
|
Meta user_preference webhook |
Sumber: Meta Meta akan memberikan webhook ke Qontak setiap pelanggan Anda mengatur konfigurasi “Offers and announcements” yang terletak pada halaman profil bisnis. Jika pelanggan Anda menonaktifkan konfigurasi tersebut, maka sistem akan mencatat pelanggan sebagai opt-out, atau menolak menerima pesan marketing. Pelajari lebih lanjut di sini. - Data opt-in dan opt-out akan dipetakan dengan cut-off mulai tanggal 01 Juni 2026. |
|
Riwayat pengiriman pesan marketing yang gagal dengan kode error: 131050 |
Sumber: Meta Qontak menggunakan riwayat pengiriman pesan marketing yang gagal dengan error 131050 untuk menandai status consent pelanggan sebagai opt-out. - Data opt-out dari pengiriman pesan yang gagal dipetakan dengan cut-off mulai tanggal 01 Januari 2026. |
|
Respon template Marketing Opt-In |
Sumber: Qontak Status persetujuan pelanggan diperbarui berdasarkan respons yang diberikan terhadap template Marketing Opt-In yang dikirimkan. Metode ini disediakan oleh Qontak untuk membantu Anda memperoleh persetujuan (opt-in) dari pelanggan yang status consent marketing-nya belum diketahui. |
Setelah persetujuan berhasil dikumpulkan, setiap pelanggan akan memiliki salah satu dari tiga status berikut.
| Status | Deskripsi |
| opted_in | Pelanggan memberikan persetujuan untuk menerima pesan marketing. |
| opted_out | Pelanggan memilih untuk berhenti menerima pesan marketing. |
| unknown | Belum terdapat informasi mengenai status persetujuan pelanggan. |
Seluruh data marketing consent tersebut disimpan pada menu Customers dan dapat digunakan sebagai filter ketika menyusun daftar penerima campaign (recipient list). Dengan demikian, Anda dapat menargetkan pelanggan yang telah memberikan persetujuan untuk menerima pesan marketing.
B. Aturan Tingkat Prioritas Penentuan Status Marketing Consent
Status persetujuan terbaru (latest timestamp) akan menjadi acuan utama, kecuali jika status opt-out berasal dari sumber Meta, baik melalui user_preference webhook atau error 131050. Jika status Meta terakhir adalah opted-in, sistem akan mengikuti aturan persetujuan terbaru, baik status terakhir berasal dari Meta atau Qontak (template).
Anda tidak dapat melakukan pengiriman template Marketing Opt-In apabila status terbaru dari Meta, baik dari user_preference webhook atau error 131050 adalah opted_out. Namun, Anda masih dapat melakukan re-opt in jika status opt-out berasal dari template.
Berikut beberapa contoh skenario yang menggambarkan dampak dari perbedaan prioritas dalam penentuan status consent pelanggan.
| Skenario | Status Awal | Status Akhir | Keterangan |
| Pelanggan melakukan opt-out melalui WhatsApp, kemudian memberikan opt-in melalui template. | opted_out |
opted_out
|
Pengiriman template opt-in akan gagal karena status akhir pelanggan Anda adalah opt-out (sumber: Meta) |
| Pengiriman pesan marketing mendapat respon error 131050, kemudian pelanggan memberikan opt-in melalui template. | opted_out | opted_out (unchanged) |
Pengiriman template opt-in akan gagal karena status akhir pelanggan Anda adalah opt-out (sumber: Meta) |
| Pelanggan opt-in di WhatsApp, lalu memilih opt-out melalui template. | opted_in | opted_out | Melihat status persetujuan terbaru. |
| Pelanggan memberikan opt-in melalui template, kemudian melakukan opt-out melalui WhatsApp. | opted_in | opted_out | Melihat status persetujuan terbaru. |
| Pelanggan memilih opt-in melalui template, lalu sistem menerima error 131050 pada pengiriman pesan marketing setelahnya | opted_in | opted_out | Melihat status persetujuan terbaru. |
| Pelanggan memilih opt-in melalui WhatsApp, lalu sistem menerima error 131050 pada pengiriman pesan marketing setelahnya | opted_in | opted_out | Melihat status persetujuan terbaru karena kedua status bersumber dari Meta. |
| Sistem menerima error 131050 pada pengiriman pesan marketing, lalu pelanggan memilih opt-in melalui WhatsApp | opted_out | opted_in | Melihat status persetujuan terbaru karena kedua status bersumber dari Meta. |
| Pelanggan memilih opt-out melalui template, lalu memilih opt-in pada template yang dikirim selanjutnya | opted_out | opted_in | Melihat status persetujuan terbaru, karena status opt-out bukan bersumber dari Meta |
Penting
Marketing consent disimpan berdasarkan nomor WhatsApp. Jika bisnis menggunakan lebih dari satu nomor WhatsApp, maka persetujuan pelanggan perlu diperoleh untuk masing-masing nomor.
C. Cara Pelanggan Mengatur Penerimaan Marketing Messages di WhatsApp
Pelanggan dapat mengatur persetujuan untuk menerima pesan marketing secara langsung melalui profil akun bisnis di aplikasi WhatsApp. Secara default, pengaturan tersebut berada dalam kondisi aktif (enabled) sehingga pelanggan dapat menerima pesan marketing dari bisnis.
Pelanggan dapat mengubah pengaturan tersebut sebagai berikut.
- Toggle Off: Pelanggan memilih berhenti menerima pesan marketing, sehingga status marketing consent berubah menjadi opted_out.
- Toggle On: Pelanggan kembali memberikan persetujuan untuk menerima pesan marketing, sehingga status marketing consent berubah menjadi opted_in.
Setiap perubahan preferensi akan dikirimkan secara otomatis ke Qontak melalui Meta user_preference webhook. Berdasarkan informasi tersebut, Qontak akan memperbarui status marketing consent pelanggan agar selalu sesuai dengan preferensi terbaru yang ditetapkan di WhatsApp.
Berikut merupakan tampilan pengaturan penerimaan pesan marketing pada WhatsApp Web dan WhatsApp Mobile.
WhatsApp Web |
WhatsApp Mobile |
Penting:
Meta dapat mengubah lokasi pengaturan penerimaan pesan marketing di WhatsApp sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sebelumnya, pelanggan dapat memilih “Stop offers and announcements” melalui percakapan dengan akun bisnis untuk berhenti menerima pesan marketing. Saat ini, pengaturan tersebut telah dipindahkan ke Business Profile.
D. Cara Membuat Marketing Opt-in Template
Selanjutnya, Anda akan mempelajari cara membuat template Marketing Opt-in yang dapat dikirimkan untuk mengumpulkan consent pelanggan yang masih berstatus unknown. Berikut langkahnya.
Masuk ke akun Qontak Anda. Kemudian pilih menu Campaign.
Selanjutnya pilih tab “Templates”.
Maka Anda akan diarahkan ke halaman utama Template pada tab “WhatsApp”.
Selanjutnya, klik “Create template”.
Kemudian pilih tipe template Campaign message.
-
Anda akan masuk ke halaman Template setup. Pada halaman ini, tentukan Account dan Template name, kemudian pilih Type Marketing Opt-in dengan Category Marketing. Selanjutnya, pilih Language atau bahasa yang akan digunakan pada template, lalu klik “Continue” untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
- Saat memilih tipe template Marketing Opt-in, kategori template akan otomatis ditetapkan menjadi Marketing. Oleh karena itu, kategori Utility dan Authentication tidak dapat dipilih.
- Template Marketing Opt-in hanya tersedia opsi bahasa: Indonesia dan English (US) Selanjutnya, Anda akan masuk ke halaman Content editing untuk menyusun isi template Marketing Opt-In yang akan dikirim kepada pelanggan. Pada halaman ini, lengkapi informasi berikut.
| No. | Nama Fitur | Penjelasan |
| 1 | Message |
Isi pesan yang digunakan untuk meminta persetujuan pelanggan agar dapat menerima pesan marketing. Qontak otomatis memberikan rekomendasi pesan (pre-filled) sesuai bahasa yang Anda pilih sebelumnya. |
| 2a | Opt-in button text |
Teks tombol yang akan dipilih pelanggan apabila menyetujui menerima pesan marketing. Anda dapat mengatur nama Teks button, namun setiap pelanggan yang memilih opsi itu akan dipetakan sistem sebagai opt_in |
| 2b | Opt-out button text |
Teks tombol yang akan dipilih pelanggan apabila tidak ingin menerima pesan marketing. Anda dapat mengatur nama Teks button, namun setiap pelanggan yang memilih opsi itu akan dipetakan sistem sebagai opt_out |
| 3 | Kotak konfirmasi pembuatan template opt-in |
Anda wajib mencentang kotak konfirmasi sebagai pernyataan bahwa Anda memahami dan menyetujui untuk hanya mengirimkan pesan marketing kepada pelanggan yang telah memberikan persetujuan (opt-in) melalui metode yang berlaku.
Penting
|
| 4 | Preview | Menampilkan pratinjau (preview) template Marketing Opt-In yang akan diterima pelanggan di WhatsApp, sehingga Anda dapat memastikan isi pesan dan tombol yang ditampilkan sudah sesuai sebelum mengajukan approval template ke Meta. |
Pastikan keseluruhan kolom telah terisi dengan benar. Kemudian klik “Submit”.
Pop up notifikasi akan muncul jika data yang Anda submit sudah benar.
Penting
Qontak hanya akan mencatat respons pelanggan yang diterima dalam waktu 30 hari setelah template Marketing Opt-In dikirimkan.
E. Membuat Recipient Lists dengan Filter Marketing Opt-in
Status marketing consent pelanggan juga dapat digunakan saat membuat Recipient List untuk memfilter pelanggan yang telah memberikan persetujuan menerima pesan marketing.
Berikut langkah-langkahnya.
- Login ke akun Qontak Anda.
- Masuk ke menu Campaign, lalu pilih Recipient lists.
- Lalu, klik “Create recipient list”, kemudian pilih “Select from customers”.
Centang kotak Only show customers who opt-in to marketing campaign untuk hanya menampilkan pelanggan yang telah memberikan persetujuan menerima pesan marketing.
Jika Recipient List akan digunakan untuk mengirim Utility Messages, Anda tidak perlu mencentang opsi “Only show customers who opt-in to marketing campaign”, karena pengiriman Utility Messages tidak mempertimbangkan status marketing consent pelanggan.
Atau, Anda dapat klik “Filter” dan memilih “Marketing opt-in” lalu menentukan nomor bisnis mana yang pelanggan Anda berikan consent/opt-in mereka.
Lalu, centang data customer yang Anda ingin buat sebagai data recipient lists sesuai status opt-in pelanggan.
Pelajari cara menerapkan filter hingga membuat recipient lists dari “Select from customers”
F. Mengirim Marketing Opt-in Template
Setelah template Marketing Opt-In berhasil dibuat dan disetujui oleh Meta, Anda dapat mengirimkannya kepada pelanggan yang belum memberikan persetujuan untuk menerima pesan marketing.
- Masuk ke akun Mekari Qontak Anda, lalu pilih menu Campaign.
- Kemudian klik tab menu “WhatsApp”.
- Lalu klik “Create campaign”.
Pada halaman pembuatan campaign, lengkapi informasi berikut ini.
| No. | Nama Fitur | Penjelasan |
| 1 | Campaign name | Isi nama campaign untuk kebutuhan identifikasi pada sistem. Nama campaign tidak akan ditampilkan kepada pelanggan. |
| 2 | Sender |
Pilih nomor WhatsApp yang ingin Anda kirimkan permintaan opt-in. Penting: |
| 3 | Recipient list | Digunakan untuk memilih daftar pelanggan yang akan menerima permintaan persetujuan (opt-in) untuk menerima pesan marketing melalui WhatsApp. |
| 4 | Message template | Pilih template marketing opt-in yang telah Anda buat dan disetujui (approved) oleh Meta. Pastikan selalu melihat kualitas template sebelum mengirimkan pesan. |
| 5 | Content | Menampilkan isi pesan marketing opt-in yang akan diterima pelanggan. |
| 6 | Campaign assignment | Pilih nama divisi (atau assignment) yang ingin Anda routing ketika pelanggan Anda membalas campaign dalam waktu 30 hari setelah dikirim. |
| 7 | Sending options |
Terdapat 3 jenis opsi waktu pengiriman:
|
Pengiriman template Marketing Opt-In akan dikenakan biaya sebagai pesan marketing, sesuai dengan kebijakan harga yang ditetapkan oleh Meta. Pelajari lebih lanjut tentang harga Meta
Jika semua informasi diatas telah dilengkapi, klik “Send campaign”.
Setelah campaign berhasil dibuat, Anda akan diarahkan ke halaman utama WhatsApp.
G. Melihat Respon Template Marketing Opt-In
Setelah template Marketing Opt-In dikirim, Anda dapat melihat hasil pengiriman dan respons pelanggan melalui halaman detail Campaign. Halaman ini menampilkan informasi sebagai berikut:
Campaign information, seperti nama campaign, status, nama template, nama audiens, nama pembuat campaign (created by), tanggal pembuatan (created at), dan tanggal pengiriman (sent at) campaign.
Campaign statistic, mencakup jumlah pesan yang berstatus read, sent, delivered, pending dan failed.
-
Marketing preferences, untuk melihat jumlah pelanggan yang:
memberikan respon opt-in (memilih menerima pesan marketing)
memberikan respon opt-out (memilih berhenti menerima pesan marketing), dan
tidak merespon dalam 30 hari setelah campaign dikirim
Campaign logs, menampilkan data pelanggan yang dikirimkan campaign beserta status rincian pengiriman dan respons consent marketing.
Bagian “Marketing preference” dan kolom “Marketing preference pada Campaign Logs” hanya tersedia pada campaign yang mengirimkan template dengan tipe Marketing Opt-in.
Seperti campaign lainnya, Anda juga dapat melakukan filter sebelum melakukan Ekspor data ke dalam format file CSV.
H. Frequently Ask Questions seputar Marketing Opt-in
1. Di mana status marketing consent pelanggan disimpan?
Status marketing consent disimpan berdasarkan nomor WhatsApp pelanggan. Oleh karena itu, apabila bisnis menggunakan lebih dari satu nomor WhatsApp, persetujuan pelanggan perlu diperoleh untuk masing-masing nomor.
2. Apakah pelanggan yang telah opt-out dapat memberikan persetujuan kembali (opt-in)?
Ya. Pelanggan dapat memberikan persetujuan kembali (opt-in) melalui salah satu cara berikut.
Mengaktifkan kembali pengaturan penerimaan marketing messages pada profil akun bisnis di WhatsApp.
Memberikan respon opt-in pada template Marketing Opt-In yang dikirimkan oleh bisnis. (Hanya dapat dilakukan jika status opt-out terakhir bukan bersumber dari Meta).
3. Apakah status marketing consent dapat dilihat pada halaman Customer Detail?
Belum. Pada versi rilis saat ini, status marketing consent belum tersedia pada halaman detail Customer. Namun, informasi tersebut dapat dilihat saat membuat Recipient List melalui opsi Select from customers, dan melalui halaman Campaign Logs.