Bagaimana Cara Melakukan Migrasi ke Marketing Message API

Article author
Learning Center Mekari
  • Diperbarui

Marketing Message (MM API) merupakan pembaruan dari WhatsApp Marketing Message API yang telah dilengkapi dengan sistem optimasi otomatis. Melalui MM API, bisnis dapat mengirimkan pesan yang lebih relevan dan tertarget berdasarkan data keterbacaan serta tingkat keterlibatan, sehingga pesan tersampaikan kepada pelanggan yang lebih berpotensi membaca dan merespon.

Sebagai bagian dari mekanisme kerja MM API, terdapat beberapa aspek yang membantu sistem dalam mengatur dan memaksimalkan pengiriman pesan:

1. Optimasi Pengiriman Pesan
Marketing Message API dapat meningkatkan efisiensi pengiriman hingga 7% (Indonesia Case) dengan menerapkan limit pesan yang lebih dinamis ketika tingkat keterbacaan meningkat.

2. Benchmarking Template Pesan
MM API juga menyediakan mekanisme untuk membandingkan performa setiap template pesan, yang tidak tersedia pada Cloud API. 

Pada penjelasan di bawah ini, Anda akan mempelajari mulai dari cara kerja pengiriman marketing message melalui MM API, perbandingan antara MM API dan Cloud API untuk marketing message, hingga panduan migrasi ke MM API. Simak selengkapnya berikut ini.

A. Cara Kerja Pengiriman Marketing Message melalui MM API

Saat bisnis memilih pelanggan dan nomor tujuan untuk dikirimi pesan marketing, pengiriman akan diteruskan melalui MM API dan diproses oleh kontrol kualitas WhatsApp Business Platform. Pada tahap ini, baik MM API maupun Cloud API dapat mengalami penundaan atau kegagalan pengiriman karena faktor berikut:

  • Pengguna memblokir,
  • Pesan terdeteksi sebagai spam,
  • Template memiliki performa rendah (misalnya tingkat baca rendah atau feedback negatif tinggi),
  • Batas pesan per pengguna dari platform.

Setelah melewati proses tersebut, MM API memastikan jumlah pesan yang terkirim minimal setara dengan Cloud API, lalu menerapkan optimasi otomatis. Sistem dapat mengenali pesan dengan tingkat keterlibatan tinggi dan memberikan batas pengiriman yang lebih dinamis, bahkan memungkinkan batas yang lebih tinggi dibanding Cloud API. Selain itu, mekanisme optimasi MM API akan terus dikembangkan untuk meningkatkan hasil pengiriman, termasuk melalui penerapan optimasi kreatif otomatis di tahap berikutnya.

Sebaliknya, Cloud API tidak memiliki proses optimasi, sehingga pesan marketing dapat gagal terkirim karena batas pengiriman yang kaku dan tidak menyesuaikan performa pesan.

B. Perbandingan MM API vs Cloud API untuk Marketing Message

Berikut perbandingan fitur antara Cloud API dan MM API untuk penggunaan Marketing Message. Periksa perbandingan harga Cloud API dan MM API di sini.

Fitur Cloud API MM API
Optimasi Pengiriman Tidak tersedia Tersedia melalui MM API Engine (otomatis)
Pengiriman ke High Engagement Users Standar Meningkat hingga 7% untuk pelanggan dengan engagement tinggi
Laporan Kampanye

Cloud API menyediakan laporan dasar yang berisi metrik teknis standar, yaitu Sent, Delivered, Read, Clicked, dan Cost.

 

Laporan ini bersifat transaksional, artinya hanya menampilkan performa pesan yang dikirim apa adanya, tanpa analisis tambahan.


 

MM API menyediakan laporan yang lebih lengkap dan analitis. Selain seluruh metrik dasar dari Cloud API (sent, delivered, read, clicked, cost), MM API juga memberikan insight tambahan berupa benchmarking, rekomendasi otomatis, serta dashboard analitik.


 

C. Panduan Migrasi ke MM API

Mulai tanggal 20 Agustus 2025, semua pendaftaran WABA baru melalui Qontak akan otomatis terintegrasi dengan Marketing Messages API (MM API) untuk pengiriman campaign marketing. Pelajari lebih lanjut disini.

Akun WhatsApp yang terhubung dengan Qontak sebelum periode di atas dapat diintegrasikan ke MM API melalui 2 cara, yaitu:

Cara 1: Invitation pada menu “Request” aplikasi Facebook Business Manager (FBBM)

  1. Masuk ke Facebook Business Manager (FBBM) Anda.
  2. Kemudian, buka menu Settings.
  3. Selanjutnya, klik tab menu “Requests” atau Anda dapat langsung klik link berikut untuk mengakses menu tersebut.
  4. Temukan undangan dari Qontak.com, lalu klik “Review” untuk melanjutkan.
  5. Tinjau Terms & Service, kemudian klik “Continue”.
  6. Lalu klik “Finish”.
  7. Kemudian klik “Verify account”.
  8. Masukkan alamat email yang terhubung dengan akun Facebook Business Manager Anda, lalu klik “Send email”.

  9. Selanjutnya, periksa kotak masuk email Anda untuk mendapatkan kode verifikasi.

  10. Masukkan kode verifikasi, kemudian klik “Submit”.

  11. Maka proses migrasi MM API telah selesai.

  12. Anda dapat memastikan apakah akun Anda telah berhasil di migrasi  ke MM API melalui halaman WhatsApp Manager, pilih Message Templates, lalu klik salah satu nama Template dengan kategori Marketing. Jika MM API aktif, Anda akan melihat opsi: Cloud API dan Marketing Messages API pada halaman detail Template.

Cara 2: Migrasi ke MM API Melalui Halaman Template Marketing di WhatsApp Manager 

  1. Masuk ke halaman detail template kategori “Marketing” manapun yang ada di akun WhatsApp Manager Anda.

  2. Klik “Accept terms to get started”.

  3. Klik “Accept” untuk menyetujui MM API Terms of Service.

  4. Setelah itu, proses persetujuan MM API Terms of Service selesai dan akan muncul pop up informasi berikut. Klik “Done” untuk melanjutkan.

  5. Maka proses migrasi MM API telah selesai.
  6. Anda dapat memastikan apakah akun Anda telah berhasil di migrasi ke MM API melalui halaman WhatsApp Manager, pilih Message Templates, lalu klik salah satu nama Template dengan kategori Marketing. Jika MM API aktif, Anda akan melihat opsi: Cloud API dan Marketing Messages API pada halaman detail Template.